"Selamat Datang" sobat, di blog saya "Marketing lampung",semoga blog ini memberikan manfaat bagi sobat sekalian,saya sangat senang kalau kita bisa saling mengenal,oleh karena itu silakan sobat untuk berkomentar dengan baik,Blog ini dofollow,tinggalkan Jejak anda /alamat blog anda,agar saya bisa segera berkunjung balik.terimaksih sukses selalu.
Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Friday, November 9, 2012

Asuransi jiwa haram,menjual nyawa.

Asuransi jiwa haram,menjual nyawa.:Selamat pagi sobat setia Citramaniezs...kita ketemu lagi setelah kemaren sempat off menulis oleh karena sedikit ada kesibukan,hehehehe..sok sibuk banget.
Oke kita langsung saja.Beberapa waktu yang lalu saya ketemu dengan calon nasabah yang anti pada asuransi.Suami istri anti asuransi.Alasannya sederhana banget.Menurut mereka asuransi jiwa itu haram,sama saja dengan menjual nyawa orang yang di asuransikan.Hhhhmmmmm.....Ketemu tantangan nich...saya biarkan saja mereka mengeluarkan segala yang mereka tau tentang asuransi jiwa,apa alasan berkata haram,mengapa berkata menjual nyawa,dsb.Saya terus menggali-bagaimana pemikirannya,kenapa mereka mengatakan asuransi jiwa ini haram.Menarik  bukan...?.Oke mari kita lanjutkan.
Setelah menggali sampai hal yang detil,akhir nya sang ayah bercerita,sebenarnya dulu pada awalnya mereka tidaklah anti dengan asuransi.Mereka pernah membeli sebuah mobil baru cash...Kemudian mereka membeli asuransi untuk mobil.Tidak ada masalah ketika itu,semua lancar bahkan sampai tahun berikutnya tidak terjadi klaim,dan premi tahun keduapun lancar di bayarkan.Mobil ini dapat dikatakan mobil kesayangan,tidak ada yang boleh menggunakan mobil itu,kecuali sang ayah(pemiliknya).
Hingga pada suatu waktu,keluarga istri (ipar nya si ayah),datang untuk meminjam mobil,besok untuk di bawa ke kota lain,ada keperluan.Sang suami istri itu saling berpandangan,antara mau ngasi pinjam atau tidak,mereka tidak menemukan alasan untuk menolak.Lagi pula yang datang meminjam ini adalah iparnya sendiri sehingga gak enak hati kalau harus di tolak.Sang ayah ini bekerja sebagai wiraswasta dirumah sehingga tidak terlalu sering untuk keluar menggunakan mobil.Akhirnya istri berkata kepada sang ayah,sudahlah ayah,,,kita kasi aja,toh juga mobil itu sudah kita asuransikan,karena tidak enak hati kalau harus menolak ipar sendiri.Singkat cerita mobil pun di bawa oleh sang ipar untuk waktu sekitar dua hari.Walaupun dalam suasana hati yang tidak terlalu ikhlas mobil pun di berikan.
Malam harinya istri berusaha memberi pengertian kepada sang ayah,yang masih berpikir macam-macam kalau-kalau ada apa-apa dengan mobilnya.Kemudian istri berkata...sudahlah ayah,,,,tenang saja...toh juga mobil itu sudah kita asuransikan,jadi kalau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan maka mobil itu akan di ganti oleh pihak asuransi.Pada akhirnya sang ayah mulai merasa tenang.Dan berfikir bahwa jika terjadi sesuatu atas mobil itu maka pihak asuransi akan menggantinya.Singkat cerita,hal yang dikhawatirkan mereka  terjadi,mereka mendapat kabar bahwa telah terjadi tabrakan di kota lain yang menyebabkan mobil kesayangan ini ringsek,tidak berbentuk,ipar masuk rumah sakit dengan kondisi kritis.Akhirnya terjadi perdebatan di antara suami istri,saling menyalahkan,sang ayah menyalahkan istri,dan sebaliknya,Kalau saja bukan karena kamu,mobil itu tidak akan kenapa-kenapa,begitu kata sang ayah,yang memang sangat menyayangi mobilnya.Istripun demikian,jika ayah ikhlas tentu tidak akan terjadi apa-apa.Mereka memberikan mobil itu dipinjam karena mereka merasa telah  memiliki asuransi.
Andai saja mobil itu tidak di asuransikan mungkin saja tabrakan ini tidak terjadi.Sang ayah mulai berfikir begitu.Untung saja nyawa sang ipar dapat diselamatkan.Memang betul mobilpun diganti dengan yang baru,tetapi sejak saat itu mereka memiliki mental blok,pemikiran negatif, bahwa asuransi adalah biang kerok musibah ini.
Masih menurut mereka,jika memiliki asuransi maka akan diberikan cobaan,tetapi jika kita tidak memiliki asuransi maka kita tidak akan di coba.Begitulah pemikiran yang terbentuk sehingga mereka menolak segala macam bentuk asuransi.Baik asuransi umum maupun terlebih lagi asuransi jiwa,bahkan menurut mereka dengan memiliki asuransi jiwa,itu artinya telah menggadaikan nyawa dengan uang.Sangat miris bukan?Tetapi tidak ada yang salah,hanya ini mengenai pemikiran saja,dari sudut mana kita melihat asuransi itu.
Menurut citramaniezs,Memiliki asuransi atau tidak..Musibah ya tetap musibah,yang mungkin saja bisa terjadi,atau tidak terjadi,karena  kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi bahkan sedetik pun kedepan.Hanya satu hal yang pasti,yaitu setiap orang pasti meninggal dunia.Tetapi tidak tau kapan meninggalnya.Sekarang bagaimana kitanya,apakah akan meninggalkan ahli waris/keluarga dalam kondisi berkekurangan atau meninggalkan mereka dalam kondisi hidup layak.
Memiliki asuransi jiwa atau tidak,kematian itu pasti,dan tidak tau kapan kematian itu terjadi.
Apakah salah hukumnya jika kita menabung sebagian dari penghasilan kita untuk masa depan, yang kita tidak tau apa yang akan terjadi?
Asuransi jiwa adalah tabungan bagi keluarga untuk masa depan.Bukankah kita mempersiapkan masa depan dari sekarang?.Bukankah kita diberikan pikiran yang cerdas dan bijak untuk mengatur segala yang telah di berikan-Nya kepada kita.
Ataukah semua rejeki hari ini harus di habiskan hari ini?
Saya kira tidak begitu....Jadi membeli asuransi jiwa,sama dengan menabung mempersiapkan masa depan keluarga,ini poinnya.Apapun yang terjadi kepada orang yang membeli asuransi jiwa ini,dia telah mempersiapkan tabungan yang baik untuk keluarganya,agar orang/keluarga yang ditinggalkan tidak terlantar,dan dapat melanjutkan hidup layak,tidak membebani orang lain.
Nah terkait dengan uang duka yang diberikan perusahaan asuransi jiwa.Uang duka(uang pertanggungan) itu adalah suatu kontrak tertulis yang di ajukan oleh calon nasabah kepada perusahaan asuransi jiwa,dan disetujui oleh perusahaan asuransi jiwa.Dengan penuh kesadaran,suka-sama suka,dalam kondisi sehat,dan jelas tidak ada rahasia.Uang duka itu adalah kompensasi atas tabungan kita di perusahaan asuransi.jadi bukan pengganti nyawa yang meninggal.Berapapun besarnya uang duka,tidak akan mampu menggantikan nyawa orang yang meninggal.
Salahkah(haramkah hukumnya) jika kita membantu meringankan beban orang yang sedang mengalami musibah?.Bukankah kita harus saling bantu?
Nah perusahaan asuransi jiwa adalah saudara kita yang akan membantu,meringankan beban ketika musibah itu terjadi.
Intinya adalah...Jika niat membeli asuransi jiwa itu baik,maka akan Halal,tetapi jika diawali dengan niat dan pemikiran negatif maka akan menjadi haram.
Analogi lainnya begini:Jika anda bepergian atau mudik lebaran,nyetir mobil sendiri,apakah anda membawa ban serap,atau ban cadangan?..tentu dibawa bukan?..pertanyaannya,kenapa harus dibawa? apakah anda memastikan ban mobil anda akan pecah?...tidak juga bukan...?ataukah anda berharap ban mobil anda pecah karena anda sudah siap dengan ban serap?tentu tidak juga bukan?
Tetapi anda membawa ban serap hanya sebagai pilihan alternatif,atau jaga-jaga ketika terjadi hal yag tidak diinginkan.Jika anda tidak membawa ban serap tentunya was-was kalau2 ban pecah ditempat yang sepi dsb.Begitu juga hal nya dengan asuransi jiwa.Asurani jiwa adalah sebagai dana cadangan ketika hal yang tidak di inginkan terjadi.Hidup tidak memiliki asuransi jiwa,bagaikan bawa mobil tanpa membawa ban serap.selalu was-was dengan ketidak pastian yang kan terjadi.
Atau salahkah hukumnya jika kita bepergian dengan mambawa payung oleh karena kita jaga-jaga takutnya nanti akan turun hujan?.
Tentu tidak bukan...?
Demikian menurut saya...Intinya berasuransi lah dengan niat yang baik.
Bagaimana menurut sobat.......?







Wednesday, October 24, 2012

Segelas susu sebagai premi asuransi

Segelas susu sebagai premi asuransi:Tru story,Kisah ini nyata terjadi,semoga menjadi inspirasi dan mengingatkan kita betapa indahnya saling berbagi.Oke kita langsung saja begini kisahnya...
Di sebuah desa di negara paman sam,ada seorang anak kecil bernama Jack usia nya sekitar 8 tahun.Keluarga ini boleh di katakan hidup sederhana,apalagi semenjak ayah Jack jatuh sakit,otomatis tidak dapat bekerja.Sehingga setiap hari ayah Jack hanya terbaring di rumah,karena untuk di rawat di rumah sakit tidak mempunyai biaya,dan juga tidak memiliki polis asuransi.Maka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk membeli obat buat sang ayah,terpaksa Jack kecil turut membantu sang ibu,menjual kue yang di buat sendiri oleh sang ibu.Setiap hari sepulang sekolah Jack kecil langsung berjualan kue,secara door to door,(menjajakan kue dari rumah-kerumah).Suatu hari Jack merasa sangat lapar...Kue di keranjang masih ada sisa satu lagi,Tetapi Jack tidak mau memakan kue tersebut,karena dia sangat menginginkan untuk menjual kue itu,agar mendapat uang untuk beli obat sang ayah tercinta.Ia terus berjalan...menahan rasa laparnya,kemudian ia mengetok pintu sebuah rumah,tujuannya untuk menjual kue dagangannya.Tok...tok..tok...,harapan Jack semoga ibu yang punya rumah keluar dan membeli kuenya agar ia segera pulang karena sudah sangat lapar.Tetapi apa yang terjadi....pintu rumah itu terbuka,tetapi yang keluar adalah anak perempuan kecil,yang seusia dengan Jack,sekitar 7-8  tahun,kemudian anak perempuan  itu bertanya kepada jack,"kamu siapa...?mau ngapain..?"lalu Jack kecil menjawab,saya Jack...saya menjual kue,tinggal satu lagi,agar saya bisa segera pulang,karena saya sudah sangat lapar.Klo kamu siapa..?tanya Jack kepada anak itu,saya Laura.Tetapi ayah dan ibu saya sedang tidak ada dirumah,dan tidak mungkin saya membeli kue kamu,karena saya tidak mempunyai uang,begitu kata Laura kepada Jack,Tetapi klo kamu lapar,saya bisa kasi kamu segelas susu,untuk mengurangi rasa lapar kamu,kemudian Laura masuk kembali kerumah dan tidak lama kemudian keluar dengan membawa segelas susu yang diberikan kepada Jack.Lalu Jack meminum susu itu,ini adalah susu yang paling nikmat yang pernah diminum oleh Jack.Kejadian itu pun berlalu.....dan terlupakan.
Kita maju 20 tahun kemudian.Suatu hari Laura jatuh sakit.yang menyebabkan Laura harus dirawat dirumah sakit,diketahui penyakit Laura adalah kanker rahim,dan ini mengharuskan operasi pengangkatan rahim.Laura kini berusia 27 tahun.Sementara ia tidak memiliki dana untuk perawatan dan operasi penyakitnya.Polis asuransi juga tidak ada.Sudah banyak rumah sakit yang didatangi tetapi tidak ada yang mau menerima
untuk merawat Laura, karena Laura tidak mempunyai uang.Laura bingung,Jika kanker ini tidak segera di angkat,maka akan mengancam jiwanya.Kemudian Laura mendatangi satu rumah sakit lagi,dan beruntungnya,pihak rumah sakit ini menerima,dengan pertimbangan barangkali orang seperti Laura bisa mendapatkan asuransi dari Pemerintah.Laura kini dirawat,dan pengangkatan kanker rahim telah di lakukan,Selang beberapa waktu Laura sehat kembali.Permasalahan baru sekarang adalah bagimana untuk bayar biaya rumah sakitnya.sudah tentu biayanya tidak sedikit,sementara Laura tidak punya uang,dan polis asuransi juga tidak ada.Laura bingung,seharusnya dia sudah boleh pulang.Kemudian Laura mendatangi kasir,dengan tujuan agar mengetahui berapa biaya yang harus dibayar,Ia bertanya ke kasir,berapa bon yang harus dibayarnya.Kemudian sang petugas kasir balik bertanya,apakah anda Laura...?yang di ruangan 21B..?Laura menjawab .."ya...saya Laura.Kemudian Petugas kasir memberikan kepada Laura sebuah amplop.Dengan sangat cemas Laura secara perlahan membuka amplop tersebut,karena khawatir dengan angka-angka  biaya yang sangat mahal,apalagi rumah sakit tempat laura dirawat ini adalah terkenal mahal,Tetapi apa yang di cemaskan Laura terhadap angka-angka yang besar tidak ada,amplop yang Laura terima berisikan selembar kertas,dan hanya bertuliskan sebuah aklimat "Sudah di bayar dengan segelas susu"...by dokter Jack..Betapa terharunya Laura ia menitikkan air mata,air mata bahagia,air mata terharu,dan sekarang Laura pulang dengan sehat kembali.Ia tidak pernah menyangka bahwa segelas susu yang pernah ia berikan  dengan tulus,20 tahun yang lalu,akan memberikan manfaat yang begitu besar dalam hidupnya.Secara tidak sengaja segelas susu telah menjadi premi asuransi buat Laura.Sekian.
Tunggu cerita lain yang tidak kalah serunya ya......